kayu mahoni

Fakta Kayu Mahoni

Kayu Mahoni terkenal dengan kegunaannya untuk bahan furniture hingga menjadi salah satu bahan kayu yang cukup laris di Indonesia, kayu Mahoni berasal dari pohon yang hidup di daerah tropis.

Kayu ini memang tidak sekuat kayu Jati, namun kualitasnya termasuk bahan yang perlu diperhatikan karena kebagusannya dan kemurahan harganya. Sehingga Mahoni dianggap sebagai alternatif yang cukup sepadan sebagai pengganti kayu Jati. Kayu Mahoni tersebar luas di Indonedisa, khususnya pulau Jawa.

Meskipun popular di Jawa, akan tetapi kayu Mahoni bukanlah kayu asli Indonesia. Pohon Mahoni berasal dari Hindia Barat, wilayah Atlantik Utara di sekitar Florida, Laut Karibia, Meksiko dan pantai utara Amerika Selatan.

Selain itu, pohon Mahoni juga banyak ditemukan di daerah lain seperti India, Sri Lanka, Malaysia dan Fiji. Kayu Mahoni adalah tanaman keras dan berukuran besar. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan diameter batang 120 cm.

Kayu Mahoni memiliki batang lurus, silinder, banyak simpul dan tidak berbanir. Kulit pohon Mahoni muda berwarna abu-abu. Setelah penuaan, kulit kayu menjadi hitam dan dangkal, alur seperti sisik lebih mungkin untuk dilepas. System perakaran Mahoni adalah akar lurus yang tumbuh di tanah berkadar air rendah tetapi dangkal di tanah berkadar air tinggi.

Kayu Mahoni memiliki kualitas material yang sama dengan kayu Jati. Harganya relatif murah dibandingkan dengan kualitas yang ditawarkan jenis kayu lain. Dengan demikian, maka tidak heran jika kayu Mahoni sering menjadi pilihan utama untuk konstruksi bangunan, baik sebagai material pendukung maupun material furniture.

Keunggulan utama dari kayu Mahoni adalah nilai ekonomisnya yang tinggi. Kekerasan kayu Mahoni memungkinkan untuk membuat furniture, peralatan, ukiran dan produk kayu lapis berkualitas tinggi.

Digunakan pula untuk penggaris karena kayu yang tidak mudah berubah dan rusak. Kayu Mahoni berwarna merah muda, kayu teras berwarna merah sampai coklat tua serta polanya yang sangat tampak.

Dari segi keawetan dan kekuatan, kayu Mahoni termasuk dalam kelas keawetan kelas II sampai III. Di pasar perdagangan, kayu Mahoni dibedakan menjadi dua jenis: per meter dan per kubik.

Pohon Mahoni memiliki permintaan besar di pasar Eropa dan Amerika. Di Indonesia, pohon ini tidak masuk dalam kategori langka dan tertera dalam daftar IUCN-RED ke dalam kategori yang ditanamkan.

Kelebihan

  1. Menyerupai Serat Kayu Jati

Kayu Mahoni memiliki butiran lurus yang sangat mirip dengan Jati. Oleh karena itu, jenis kayu Mahoni merupakan alternatif yang sangat baik untuk kayu Jati. Serat lurus membuatnya mudah untuk diproses dan dimodifikasi ke berbagai model dan bentuk tanpa mengurangi keindahannya.

2. Makin Tua Warnanya Makin Matang

Kayu Mahoni yang masih muda berwarna lebih terang dan tidak menarik untuk furniture dan keperluan lainnya. Namun seiring dengan bertambahnya usia kayu, warna Mahoni menjadi semakin matang dan menarik.

Kayu Mahoni diusia 20 tahun memiliki warna merah mengesankan. Warnanya terlihat sangat alami sehingga Grameds tidak perlu banyak pemolesan ekstra.

3. Memiliki Finishing yang Beragam

Jika menginginkan kesan warna kayu yang tajam dan kuat, Grameds bisa menggunakan finishing Water Acrylic Based. Bahan ini meningkatkan tampilan asli kayu Mahoni tanpa petunjuk warna lain. Pilih jenis warna Mahoni untuk tampilan natural terbaik.

Grameds bisa mengaplikasikannya ke kayu dengan menggantinya dengan bola, menyemprotkan atau menyikatnya dengan kuas. Sebaliknya, jika Grameds memilih Lacquer atau Varnish, kayunya akan terlihat lebih ringan setelah proses finishing. Warna merah yang tajam tidak lagi dianggap sebagai fitur yang menonjol.

4. Daya Tahan yang Cukup Lama

Kayu Mahoni yang terkenal dengan kualitas kayu seperti Jati, memiliki sifat yang sama dengan daya tahan yang cukup lama. Idealnya, kayu Mahoni memang dimanfaatkan sebagai bahan furniture rumah tangga di dalam rumah. Kayu ini tidak direkomendasikan untuk di luar ruangan.

5. Tampilan Serat Kayu yang Halus

Kayu Mahoni India Barat memiliki butiran halus pada batangnya. Dengan tampilan ini, furniture dari bahan Mahoni dapat mewakili kesan mewah interior. Oleh karena itu, kayu Mahoni tidak memerlukan banyak finishing. Serat yang datang dari pohon dan warna alaminya sudah sangat indah.

6. Ekonomis

Harga pembelian kayu Mahoni jelas lebih murah dari lingkaran Jati. Grameds bisa menggunakan alternatif untuk bahan furniture rumah. Tidak hanya itu, daya tahan kayu yang lama bisa dipertimbangkan untuk harga yang ekonomis ini.

7. Memiliki Kandungan Minyak Alami yang Rendah

Kayu Mahoni dicirikan oleh kandungan miyak yang rendah. Terlalu banyak minyak alami dapat menyebabkan kayu menguning. Untuk alasan ini, beberapa mebel dari kayu Jati mungkin dicat kuning setelah selesai. Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir akan kandungan minyak alami pada kayu Mahoni yang rendah yang tidak akan memunculkan noda yang menguning.

8. Tidak Mudah Menyusut

Sebenarnya kayu Mahoni tidak mudah menyusut karena daya tahan penampang pohon ini terbilang stabil. Karena itu, banyak dari beberapa instrument menggunakan kayu Mahoni untuk pembuatannya, contohnya gitar.

9. Warna Cantik nan Unik

Kayu Mahoni adalah salah satu kayu terpenting dalam pembuatan furnitur dan bangunan rona kemerahan dengan karasteriktik tekstur yang alami dan keras ada pada kayu Mahoni. Selain itu, Mahoni menggunakan serat lurus dengan pori-pori kecil sehingga mudah untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan tanpa mempengaruhi penampilan astetika.

Perpaduan warna cantik dan elegan ini membuat kayu Mahoni terlihat unik tanpa polesan. Namun kayu ini membutuhkan waktu pemrosesan 20 tahun untuk menyempurnakan warna merah tua. Tentu saja proses ini akan terus berlanjut tetapi semakin lama semakin baik. Maka dengan keistimewaan ini, kayu Mahoni dapat dibuat untuk segala sesuatu, dimulai dari berbagai jenis furniture hingga alat musik yang indah dan rumit.

Kelemahan

Di balik kesempurnaan ini, kayu Mahoni juga memiliki beberapa kelemahan.

  1. Rawan Hama

Kayu Mahoni rawan diserang hama selama masa pertumbuhan. Itulah sebabnya kesulitan menemukan kayu Mahoni yang cukup matang. Padahal pohon ini menjadi lebih kuat dan bagus ketika mencapai usia puluhan tahun.

2. Proses Pengeringan Lama

Mahoni membutuhkan proses pengeringan yang lama. Kekurangan ini bisa mengakibatkan kualitas yang lebih rendah dari kayu Jati. Namun perlu diketahui bahwa kayu Mahoni yang benar-benar kering akan lebih kuat dan tahan lama.

3. Mudah Berjamur di Luar Ruangan

Jamur di luar ruangan atau outdoor dengan cepat menyerang kayu Mahoni dan membuat cepat berjamur daripada kayu Jati. Oleh karena itulah, disarankan untuk menggunakannya di ruangan yang terlindung dari kondisi cuaca ekstrim. Jika kayu ini berada di tempat lembab, maka akan lebih cepat berjamur.

Kegunaan Kayu Mahoni

  1. Meja tamu
  2. Meja rias
  3. Meja makan
  4. Kursi
  5. Lemari
  6. Tempat tidur
  7. Nakar dan berbagai jenis rak

Selain itu, kayu Mahoni juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai bahan dasar kerajinan, pintu, dan peti. Kayu Mahoni berkualitas tinggi akan lebih istimewa dan memiliki banyak keunggulan. Tak heran, kayu Mahoni tergolong kayu mewah yang mahal di Eropa dan Amerika Serikat.

Tentang Penulis

SultanSengon