Uniknya Kayu Akasia

Mengenal Akasia-Kayu Akasia tergolong kayu yang cukup populer karena manfaatnya yang begitu beragam, hal ini lantaran kualitas yang dimiliki kayu ini cukup indah nan bagus. Bahkan hampir setara dengan kualitas kayu Jati, kayu Sonokeling dan Oak.

Pohon Akasia dapat tumbuh dengan baik dan banyak ditemukan di daerah Papua, Kalimantan, Maluku hingga Jawa. Serta mempunyai julukan yang berbeda-beda, ada yang menyebutnya kayu Pilang, kayu Mangium ataupun Jati Mangium.

Akasia yang berbahasa Latin Acacia memiliki keunggulan dalam pertumbuhannya yang relatif cepat dan mampu mentoleransi jenis tanah dan lingkungan.

Kayu Akasia memang banyak dikenal sebagai salah satu bahan yang biasa digunakan dalam industri pembuatan pulp, kertas dan perabotan. IKEA pun memiliki kayu Akasia untuk perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, rak, lemari dan lainnya.

Pohon Akasia juga tergolong tanaman dengan siklus panen yang cepat sekitar 5 hingga 6 tahun. Jenis Akasia pun cocok untuk kondisi lahan hangat seperti di Indonesia.

Menurut sejarahnya, pohon Akasia diperkenalkan pertama kali pada tahun 1960-an oleh beberapa negara seperti Malaysia, Papua Nugini, Bangladesh, Tiongkok, India, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

Baru pada akhir tahun 1970-an, Akasia pertama kali menyebar di Maluku sebagai jenis pohon untuk program reboisasi ataupun penghijauan. Hingga saat ini, kayu Akasia masih sangat mudah ditemukan di wilayah Timur Indonesia seperti Papua, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur hingga dianggap daerah penyebaran alami kayu Akasia. Fakta ini bisa dijadikan nilai tambah dari Akasia, yaitu mudah didapat dan tersebar luas di Indonesia sehingga memiliki harga yang minimalis.

Karakteristik Kayu Akasia

Karakteristik unik yang dimiliki kayu Akasia menonjol pada segi warna, di mana warna Akasia adalah krem dengan warna teras kayu berwana coklat tua dan coklat muda kehijauan. Didukung pula oleh permukaan yang halus dan serat yang padat dan seragam.

Tingkat kekuatan Akasia hampir sama dengan Mahoni, yaitu di tingkat II dan III. Sedangkan dari sisi densitas kayu ini memiliki rata-rata 450-600 kg permeter persegi pada moisture content 12% dan kadar air 15%. Selain itu, tingkat penyusutan jenis Akasia cukup rendah dengan moderat 1,4-6,4%.

Kualitas kayu Akasia memang tergolong rendah, menjadikannya sebagai jenis kayu yang kurang tahan terhadap serangan rayap, serangga dan tidak cocok dipakai untuk bagian eksterior kediaman, terlebih jika berdekatan dengan tanah, seperti dibuat jadi pagar kayu, dinding lambersering dan furnitur luar ruangan lainnya.

Berbicara mengenai berat, kayu Akasia memiliki berat umum berkisar 0,4 dan 0,45 sedangkan dari tegakan alam sekitar 0,6. Hal ini didukung oleh penelitian National Research Council di tahun 1983.

Ada fakta yang cukup menarik untuk diperhatikan yakni Akasia merupakan salah satu bahan dasar pokok kapal-kapal Inggris dan menjadi kayu yang dihargai oleh Angkatan Laut Kerajaan pada abad ke-18.

Tentu saja penghargaan ini tidak didapat begitu saja, hal ini berkaitan dengan ketahanan Akasia yang cukup baik jika dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa kayu Akasia selain memiliki keunikan warna dan keindahan serat, ketahanannya juga cukup menarik.

Nilai Lebih dari Kayu Akasia

1.Keunikan Warna dan Tekstur

Kayu Akasia memiliki warna yang cukup unik yakni krem. Sementara kayu tras dari Akasia berwarna coklat tua hingga coklat muda kehijauan. Jadi, kesan awal saat melihat kayu ini sangat eye-catching karena warnanya yang kontras dan berbeda.

Tekstur Akasia pula cukup menarik karena terdapat serat halus yang terkesan alami pada permukaannya. Untuk mempertahankan warna dan tekstur uniknya ini, Anda tidak perlu melapisinya dengan cat. Tambahan sentuhan atau finishing kayu Akasia bisa menggunakan cara Veneer atau natural wax.

Tak ayal, IKEA pun memilih kayau Akasia sebagai bahan material pembuatan perabotan karena warna dan tekstur yang terbilang unik ini.

2. Kayu Multifungsi

Kayu Akasia termasuk jenis kayu yang multifungsi dan sangat bermanfaat. Selain menjadi bahan dasar perabotan rumah tangga, kayu ini juga dapat dimanfaatkan untuk pulp, kertas, papan partikel, krat, kepingan-kepingan kayu dan bahan baku mebel lainnya.

Multifungsi, alias bisa disulap menjadi apapun, menjadikannya opsi sebagai gergajian, modding, mebel, vinir dan lainnya sesuai kebutuhan. Bahkan Akasia mampu digunakan untuk kayu bakar dan bahan baku pembuatan arang, bahkan daunnya pun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan lain sebagainya.

3. Jenis Kayu yang Mudah Dibentuk

Fakta selanjutnya dari kayu Akasia adalah mudahnya diproses dan pembentukan furnitur. Serbuk gergaji sisa dari pengolahan kayu Akasia juga bisa digunakan sebagai substrat berkualitas baik untuk produksi Jamur yang dapat dimakan.

Dengan demikian, Anda bisa melakukan renovasi menggunakan bahan kayu jenis Akasia kemudian sisa serbuk gergajinya dijual kepada peternak Jamur yang tentunya memiliki nilai ekonomis tambahan.

4. Tahan Lama

Meskipun termasuk salah satu tumbuhan yang biasa digunakan sebagai pohon penaung, ornamen, penyaring, pembatas dan penahan angin hingga ditanam sebagai bentuk sistem wanatani dan pengendali erosi, ternyata ketahanan kayu Akasia bersifat cukup lama ketika diolah menjadi perabotan rumah tangga maupun bahan furnitur lainnya. Selain itu, kayu Akasia juga tahan terhadap suhu ruangan.

Jenis kayu Akasia juga bisa menempel dengan baik karena penetrasi lemnya yang sangat baik sehingga terlihat kuat. Dengan begitu, kayu Akasia sangat cocok diolah menjadi perabotan rumah seperti rak, kursi, meja dan lemari.

Sebagian pengrajin kayu memanfaatkan kayu Akasia dalam pembuatan kusen jendela, pintu dan keperluan bangunan. Untuk memanfaatkan kayu Akasia dibutuhkan pengawetan terlebih dan disuntik cairan anti rayap agar mumpuni dari segi kualitas pemakaian.

5. Diolah Menjadi Pohon Hias

Selain diolah menjadi kertas dan pelengkap perabotan rumah, kayu Akasia juga banyak digunakan sebagai pohon ornamen atau pohon hias demi menambah nilai estetika rumah.

Namun demikian, pohon Akasia yang dijadikan ornamen hias merupakan jenis pohon berbeda dengan kayu Akasia yang dimanfaatkan untuk perabotan rumah tangga. Beberapa jenis Akasia yang bisa digunakan sebagai penghias adalah Acacia Dealbata, Acacia Retinodes, Acacia Xanthophloea dan Acacia Baileyana dengan ukuran pohon yang relatif pendek.

Adapun Akasia Mangium banyak diolah menjadi bahan baku pembuatan pulp dan kertas serta perabotan rumah tangga. Sementara daun dan cabangnya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Jenis ini juga digunakan sebagai tanaman yang sangat cocok untuk peneduh dan penadah api. Tanaman ini juga memiliki sifat toleransi yang lumayan tinggi terhadap tanah yang kritis dan berbatu sehingga cukup layak dijadikan tanaman pionir.

Berikut kelebihan Akasia

a. Termasuk jenis kayu yang mudah diproses dan dibentuk

b. Waktu panen yang tergolong cepat disbanding kayu jenis lain

c. Cukup awet untuk dijadikan furnitur

d. Tingkat kekuatannya sedang

e. Bisa digunakan sebagai alternatif kayu Jati dan Mahoni

f. Harga kayu yang tergolong murah

Kekurangan Kayu Akasia

  1. Tidak tahan rayap, air dan panas
  2. Kurang cocok diterapkan pada bagian eksterior atau luar ruangan
  3. Mudah melengkung bila tidak teliti dalam proses pengeringan
  4. Proses pengeringan butuh waktu yang cukup lama
  5. Ketika proses pengeringan berlangsung tingkat penyusutan Akasia bisa besar

Meskipun demikian jika dibandingkan dengan kayu Falkata maupun Albasia, kayu Akasia masih unggul karena tingkat keawetan kayu Albasia di kelas III-IV dan tingkat kuat kelas III-IV sedangkan kayu Akasia di kelas II-III.

Namun jika dibandingkan dengan Mahoni, kayu Akasia sebanding. Keduanya memiliki tingkat keawetan dan kekuatan kelas II-III. Sama-sama kurang tahan terhadap rayap dan kurang layak untuk kebutuhan outdoor, tetapi Mahoni dan Akasia bisa dijadikan pertimbangan buat Anda yang membutuhkan kayu murah dengan kualitas sedang di bawah kayu Jati.

Tentang Penulis

SultanSengon